Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peninggalan Sejarah yang Bercorak Hindu Budha

Peninggalan Sejarah yang Bercorak Hindu Budha

SENI RUPA 

  1. Relief


    Relief adalah seni pahat dengan gambar timbul. Relief pada umumnya dipahatkan pada dinding candi, terutama pada lorong-lorongnya dan melukiskan cerita yang diambil dari karya-karya sastra Hindu-Budha.

    Relief candi yang penting antara lain :

    Candi yang ada di candi Borobudur, terdapat 4 relief cerita :


Karmawibhangga
Karmawibhangga melukiskan napsu manusia dan hukuman atas perbuatannya.
 
 Lalitawistara
Lalitawistara melukiskan kisah perjalanan hidup Sidharta sejak lahir hingga menjadi budha.
 
Gandawyuh
Gandawyuh adalah Kisah Shudana yang berusaha untuk mencari ilmu tertinggi.
 
 Jatakemala  Awadana
Jatakemala  Awadana menceritakan perbuatan Sang Budha Gautama danpara Boddhisatwa semasa hidupnya.

Candi Lorojongrang, terdapat 2 Relief cerita :

 Ramayana
Ramayana terdapat di lorong candi induk (Candi Syiwa) yang diteruskan pada dinding salah satu candi pengapitnya, yaitu candi Brahma.
 
Kresnaya 
Kresnaya terdapat pada dinding Candi Wisnu.

Candi Jago terdapat 3 relief yang mengisahkan cerita :


Kresnayana
 
Parthayajna
 
Kunjarakarna.

Candi Panataran, terdapat 2 relief yang melukiskan cerita


Ramayana
 
Kresnayana.
 

Candi Surowono terdapat relief yaang mengisahkan cerita  

      Arjuna

    Wiwaha.


    2. Patung/Arca 

     
    Arca adalah patung yang terutama dibuat dari batu yang dipahat menyerupai bentuk manusia atau binatang. Contoh patng agama Hindu budha:

    1.      Patung Agama Hindu antara lain;


    Syiwa Mahadewa 

    Syiwa Mahaguru,
     
    syiwa Mahakala,
     
    syiwa Bhairawa, 
     
    Wisnu brahma, 
     
    Mahisa

    2.      Patung agama Budha :

    a.      Dhiyani Budha,, ada 5 bentuk          :

     Weirocana, 
     
    Amithaba, 
     
    Amogasidhi, 
     
    RatnaSambhawa
     
    Aksobnya.
     
    b.      Dhyani Bodhisatwa, ada 3 bentukyaitu:

    Awalo
     
    Kiteswara Padmapani
     
    Maitreya.

    2. SENI BANGUNAN

    A. Candi

              Candi adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau penanaman abu jenazah seorang raja.

     

     Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

     Candi yang bersifat Hindu :


    Candi Gunung Wukir
    Candi Gunung Wukir 
    terletak di sebelah selatan Muntilan.
     
    Kelompok Candi Dieng,
    Kelompok Candi DiengTerletak di kabupaten Wonosobo.Di kelompok candi ini terdapat beberapa candi yang oleh penduduk setempat diberi nama tokoh wayang, seperti Bima, Gatotgaca, Puntadewa,Arjuna, Semar dan lain-lain..
     
    Candi Selogriy,
    Candi Selogriy 
    terletak di kaki Gunung Sumbing.
     
     

     Candi yang bersifat budha :


    Candi Borobudur,
    Candi Borobudurterletak di Kabupaten Magelang.  Dibangun pada masa Raja Samaratungga.
     
    Candi Sari,
    Candi Sarit erletak di Kabupaten Sleman. Dibangun oleh Raja Panangkaran.
     
    Candi Banyunibo,
    Candi Banyunibo terletak di dekat Prambanan.

    B.Stupa

                  Stupa adalah bangunan yang berkaitan dengan agama Budha yang berfungsi menyimpan peninggalan keramat Budha Gautama(Dhatugarbha), dan tempat untuk memperingati kejadian penting dalam kehidupan Budha Gautama (Caitya).
    Bangunan stupa terdiri atas :
    AndahAndah melambangkan dnia bawah, tempat manusia yang masih dikuasai hawa nafsu.
    Yanthra
    Yanthra merupakan suatu benda untuk memusatkan pikiran saat bermeditasi.
    Cakra
    Cakra m
    elambangkan nirwana, tempat para dewa.

    C.Petirtaan
               Petirtaan adalah tempat pemandian suci yang sering digunakan oleh kalangan istana kerajaan.
                   Contoh petirtaan yang penting adalah :

    1. Petirtaan Daratunda,
      Petirtaan Daratundaterletak di lereng barat gunung Pananggungan
      Petirtaan Daratunda Dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga.
    2. Petirtaan Belahan,
      Petirtaan Belahan terletak di lereng timur gunung pananggungan.
       Petirtaan Belahan   Dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga.
    3. Petirtaan di Candi Tikus,
      Petirtaan di Candi Tikusterletak di Trowulan, Mojokerto. Di tengah
      Petirtaan di Candi Tikusterdapat Taman Bale Kambang.
    D. Benteng
    Istana kerajaan pada umumnya dibangun dibalik benteng yang kuat.
      Benteng ada 2 macam  yaitu :

    1.  Benteng Buatan,
       Benteng Buatan yaitu benteng yang dibangun dengan sengaja berwujud tembok, parit yang dalam dan lebar.
    2.   Benteng alam,
      Benteng alamuyaitu benteng yang berwujud sungai di pegunungan. Contoh benteng alam adalah benteng yang terdapat di bukit Boko yang dikenal dengan nama Candi Ratu Boko. Candi ini dibangun oleh Balaputradewa.
     E. Gapura
    Gapura adalah bangunan yang berupa pintu gerbang .                    
     Ada 2 macam bentuk  gapura, yaitu :

    1. Kori Agung
      Kori Agung yaitu berupa bangunan seperti candi yang ditengahnya terdapat pintu untuk keluar masuk. Contoh Kori Agung antara lain : Candi Jedong, Candi Plumbangan, dan candi Bajang Ratu.
    2. Candi Benta,
      Candi Benta yaitusemacam candi yang dibelah 2, di tengahnya untuk jaln keluar masuk. Contoh candi Bentar adalah candi Waringin Lawang.
    3.Karya Sastra
    Karya sastra peninggalan Hindu-Budha ditulis di atas daun lontar. Kitab lontar ini disebut Kropak.
    a.    Karya sastra zaman Mataram Kuno dan Medang Kamulan

    1. Ramayana, karya Walmiki. Kitab ini berasal dari India.
    2.  Mahabharata, karya Wiyasa Kresna Dwipayara. Kitab ini juga berasal dari India.
    3.  Sang Hyang Kamahayanikan, karya Sambhana Suryawarana. Dikarang pada zaman pemerintahan Empu Sendok.
    4.  Siwasasanaa (Purwadigama), merupakan kitab hukum, dikarang pada zaman Pemerintahan Raja Dharmawangsa.
    5.  Arjuna Wiwaha, karya Empu Kanwa. Dikarang pada zaman Pemerintahan Raja erlangga.
    b.    Karya Sastra Kerajaan Sriwijaya :
       Hanya ada satu kitab, yaitu Pramanavartika, karya Dharma Kirti

    Demikian yang dapat kami paparkan mengenai makalah  PENINGGALAN  SEJARAH YANG BERCORAK HINDU – BUDHA”.Tentunya masih banyak  kekurangan dan kelemahannya. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun merupakan modal utama kami untuk meraih tangga kesuksesan.

    Post a Comment for "Peninggalan Sejarah yang Bercorak Hindu Budha"